Dia terlihat sempurna di mata Anda. Tetapi ada satu problem utamanya: dia belum bisa melupakan mantannya. Anda mungkin hanya bisa menebak-nebak apa yang ada dilakukan atau dipikirkannya. Bila ia melakukan hal-hal berikut ini, maka dugaan Anda tidak salah:

1. Tiba-tiba menyebutkan nama mantannya dalam topik pembicaraan Anda. Ini pertanda yang amat jelas bahwa ia masih punya perasaan pada mantannya. Meskipun ia membicarakan hal yang buruk-buruk tentang mantannya, ini menunjukkan bahwa ia masih mengingat jelas setiap kejadian bersamanya.

2. Membanding-bandingkan Anda dengan mantannya. Jika si dia membandingkan Anda dengan mantannya, kemungkinan hal itu pertanda bahwa dia belum rela kehilangan si mantan. Atau, ia memang menganggap Anda tidak memiliki kelebihan tertentu yang dulu dimiliki sang mantan. Tentu saja hal ini tidak adil untuk Anda. Ambil kejadian ini sebagai dorongan untuk menunjukkan sisi diri Anda yang lebih baik. Bila ia masih juga membandingkan diri Anda dengan mantannya, ya sudah, tinggalkan saja.

3. Masih sering bertemu mantannya. Jangan sampai hal itu keterusan, meskipun pertemuannya dikarenakan urusan pekerjaan. Mungkin Anda ingin berprinsip bahwa Anda tidak akan terlalu mengekangnya, tetapi bila ia terus-menerus mengorbankan waktunya untuk bersama mantan, lama-kelamaan keadaan itu akan menjauhkan Anda berdua. Jangan segan untuk menyampaikan keberatan Anda. Bila ia memang peduli pada Anda, ia akan mengerti mengapa Anda keberatan.

4. Secara rutin menelepon mantannya. Meskipun hanya menelepon, bukan berarti hal ini tidak begitu buruk jika dibandingkan dengan jalan bareng. Masalahnya, apa yang mereka bicarakan? Sekadar mengirim kabar, membicarakan masa lalu, atau karena masih saling merindukan? Jangan biarkan si dia membicarakan perasaan-perasaannya ketika sedang menelepon sang mantan.

5. Tanpa sengaja memanggil Anda dengan nama mantannya. Ini juga salah satu pertanda bahwa sosok sang mantan masih jelas terbayang dalam benaknya. Bukan tak mungkin ia masih sering memikirkannya. Bila hal ini terjadi pada awal-awal berpacaran sih, tidak masalah. Toh, semua hal itu butuh waktu. Namun jika hal ini terjadi setelah Anda berpacaran cukup lama, dan ia tidak pernah meminta maaf, jangan biarkan jadi keterusan.

6. Dia masih menyimpan barang-barang sang mantan. Mungkin setelah merasa nyaman bersamanya, Anda ingin bertemu dengan keluarga dan main ke rumahnya. Tetapi apa yang Anda lihat di rumahnya? Ternyata ia masih memajang foto-foto mantan di rumahnya, dan bahkan foto mereka berdua di kamar, dan di laptopnya. Ya ampun! Hati-hati ladies, jangan-jangan dia menikmati foto tersebut dan ingin selalu mengenang masa-masa indahnya dulu.

7. Mendengarkan musik yang liriknya tentang putus atau berpisah. Jika ia masih senang mendengarkan lagu-lagu mellow yang biasa didengarkan oleh mereka yang baru saja putus, berarti ia masih belum bisa melupakan rasa sakit saat berpisah. Bahkan kalau ia mendengarkan lagu yang sama berulang-ulang, mungkin saja itu lagu kenangan mereka.

8. Membawa Anda ke tempat yang biasa mereka kunjungi. Coba perhatikan ketika ia berulangkali mengajak Anda ke sebuah restoran, dan waitress-nya tampak akrab dengannya. Apakah si waitress pernah menanyakan nama mantannya? Apakah pelayan tersebut akan mengantar Anda ke meja yang itu-itu saja? Jika ya, mungkin saja itu tempat favorit mereka, dan meja tersebut adalah spot favorit si dia dan mantannya.

9. Pasangan merasa terganggu saat mendengar kabar mantannya punya pasangan baru. Ia terus membicarakan pria yang sekarang jadi pasangan mantannya,atau ia mencibir tentang hubungan mantannya? Anda pasti muak sekali mendengarnya. Segera ajak ia berbicara, dan tanyakan, mengapa ia seolah terganggu dengan kondisi mantannya tersebut.


Wanita sering kali mengkhawatirkan kemampuan mereka dalam berciuman. Hal itu teratasi seiring "jam terbang" mereka. Namun, pada wanita (atau pria) lain, kemampuan mencium tidak juga berkembang karena mereka memang tidak tahu bagaimana berciuman yang mampu membangkitkan gairah.

Wanita umumnya menganggap pria seorang pencium yang buruk ketika mereka seolah ingin "memakan" wajahnya. Sementara pria umumnya akan mengeluh, wanita tidak membuka mulutnya cukup lebar saat mencium.

Apakah Anda mencium untuk pertama kalinya atau pertama kali mencium kekasih baru Anda, usahakan untuk terus meningkatkan kemampuan mencium Anda. Karena, bagaimanapun, berciuman punya pengaruh yang sungguh dahsyat. Pria (atau juga wanita) akan menggunakan ciuman untuk mengukur chemistry di antara mereka dan menilai bagaimana kemampuan satu sama lain dalam urusan seks melalui ciumannya.

Amber Madison, pakar seks yang juga penulis buku Hooking Up: A Girl's All-Out Guide to Sex and Sexuality, memberikan enam cara untuk membuat Anda menjadi pencium yang lebih hebat:

1. Siapkan diri Anda. Kesehatan dan kesegaran mulut perlu diperhatikan. Sikat gigi, kumur dengan obat kumur, dan makan permen mint. Setelah itu, jangan lupa melembabkan bibir yang pecah-pecah dengan moisturizer, lalu pakai lipstik Anda yang merona. “Bagian dari mencium adalah bau dan rasa. Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada mencium orang yang mulutnya berbau," ujar Andrea Demirjian, penulis buku Kissing.

2. Bermain-mainlah dengan lidah Anda. Tetapi, gunakan lidah dengan cara yang lembut untuk menjelajahi bibir dan mulut si dia. “Pria senang di-french kissed dan mereka ingin pasangan mereka lebih eksploratif dengan lidah mereka," kata William Cane, penulis The Art of Kissing. Anda tak perlu mempertanyakan hal itu. Cane sudah mewawancarai ribuan orang yang memiliki pengalaman berciuman.

3. Cium bagian lainnya. Pria juga senang dicium pada bagian tubuhnya yang lain. Tidak harus di bagian "bawahnya" lho karena bagian sensitif tubuh pria juga masih banyak. Contohnya, leher, wajah, dan telinganya. Si dia membalas dengan penuh gairah dan membuat Anda sulit bernapas. Tak perlu menghentikan ciuman Anda. Bernapas saja melalui hidung. Dijamin, napas Anda yang terengah-engah ini akan membuatnya makin bergairah.

4. Tambahkan gairah Anda. Orang yang lihai mencium akan mencium dengan seluruh tubuhnya. Condongkan tubuh Anda, tarik si dia ke arah Anda, dan gunakan tangan Anda untuk menyentuh bagian tubuhnya yang lain. Menurut Cane, bila perlu Anda bisa sedikit "main kasar". Bagaimana caranya? "Tarik lembut rambutnya, goreskan kuku Anda di punggungnya, atau gigit kecil bibir dan cuping telinganya." Ketika si dia makin bangkit gairahnya, rasa sakit ini akan berubah menjadi kenikmatan.

5. Amati respons pasangan. Hal itu bisa Anda lakukan terutama seusai Anda "bermain kasar" tadi. Perhatikan, apakah ia tersentak karena gerakan Anda atau terdiam dan menganggap hal itu sebagai tanda bahwa Anda terlalu agresif atau ia tidak menyukai eksplorasi tersebut. Cermati juga apa yang Anda lakukan ketika ia menarik Anda lebih erat atau mencium Anda lebih dalam. Tandanya, Anda berdua sudah seirama.

6. Berinisiatif lebih dulu. “Pria juga sering deg-degan saat melakukan gerakan pertama, sama seperti wanita," tukas Demirjian. “Jika ada sinyal bahwa pria tersebut ingin mencium Anda, yakini insting Anda." Artinya, Anda tidak perlu menunggu sampai ia menekan rasa deg-degannya untuk mencium Anda. Banyak pria yang justru berharap pasangannya melakukannya lebih dulu.

Dari penelitian William Cane juga terlihat bahwa pria ingin wanita lebih aktif dalam mencium dan berinisiatif dalam hal french kiss. Saat Anda melakukannya, nikmati momen tersebut. “Banyak wanita yang merasa tegang dan mengkhawatirkan kemampuan mencium mereka," papar Cane. "Mereka harus lebih pede saat mencium!"


Banyak hal jadi pemicu pria berselingkuh. Selain adanya kesempatan, faktor usia juga membuat pria gampang tergoda perselingkuhan. Usia berapakah?

1001 Pemicu Pria Berselingkuh
Banyak orang berpendapat saat pria dalam keadaan mapan, risiko melakukan perselingkuhan semakin besar. Hal itu bisa terjadi karena ia memiliki segalanya dan mudah saja melakukan perselingkuhan.

Selain itu, seringkali kesibukan pasangan dijadikan alasan untuk berselingkuh. Merasa tersisihkan dan kesepian membuat si pria rentan godaan. Penulis novel Hold Me Tight: Seven Conversation for a Lifetime of Love, Sue Johnson mengatakan, kebanyakan perselingkuhan didasari atas rasa kesepian, bukan nafsu. Akibatnya, pria bisa mencari kehangatan dari perempuan lain dan kembali ke rumah seolah tak terjadi apa-apa.

Namun, yang paling parah, rasa iseng juga bisa menjadi awal perselingkuhan. Misalnya, saling berkirim SMS dengan perempuan yang baru dikenalnya. Keisengan tersebut berlanjut menjadi hubungan yang lebih intim. Internet juga memicu pria melakukan perselingkuhan. Bisa melalui akses jaringan sosial atau chatting dengan perempuan yang baru dikenalnya di dunia maya. berselingkuh di dunia maya bisa lebih mudah dan tidak terlalu berisiko.

Saat Usia di Ujung Tanduk
Selain sejumlah pemicu perselingkuhan di atas, menurut satu situs perjodohan di Inggris, IllicitEncounters.co.uk, pria rentan berselingkuh ketika mereka memasuki usia kepala 30, 40, 50, dan seterusnya. Apa alasannya?

Ternyata, ketika usia pria diakhiri angka 9, seperti 29, 39, 49, atau 59 tahun dan seterusnya, emosi mereka labil. Hal ini dikarenakan mereka akan memasuki fase usia yang lebih matang atau dengan kata lain; tua.

Kondisi tersebut, menurut situs IllicitEncounters.co.uk, membuat pria merasa cemas dan tidak percaya diri. Apalagi jika mereka belum mencapai target hidup mereka, misalnya dalam hal karier atau materi.

Maka itu, kecenderungan mereka berselingkuh adalah dengan alasan untuk mendongkrak rasa percaya diri. Jadi, bagi Anda yang punya pasangan memasuki usia kepala 3, 4, atau 5, berhati-hatilah. Cobalah untuk mengajak pasangan mengalihkan rasa mindernya ke hal-hal lain yang lebih positif. Khusus untuk Anda yang punya pasangan berusia 39 tahun, waspadalah...sebab, menurut data IllicitEncounters.co.uk, usia yang paling banyak melakukan perselingkuhan adalah 39 tahun. Tapi tak perlu khawatir dulu, itu kan survei di luar negeri, bukan di Indonesia.

Banyak hal jadi pemicu pria berselingkuh. Selain adanya kesempatan, faktor usia juga membuat pria gampang tergoda perselingkuhan. Menurut situs situs perjodohan dari Inggris, IllicitEncounters.co.uk, usia pria rentan perselingkuhan adalah yang akhirannya 9, misal 29, 39, 49, dan seterusnya. Sue Johnson, penulis buku Hold Me Tight: Seven Conversation for a Lifetime of Love memberikan tips agar hubungan Anda terbebas dari "virus" selingkuh.

1. Memberi Sentuhan
Jangan lupa untuk menyentuh pasangan Anda setiap hari. Bukan sentuhan penuh nafsu, namun sentuhlah dengan kasih sayang. Konon, sentuhan akan meningkatkan derajat oksitosin, hormon batin (bonding).

2. Luangkan Waktu untuk Berkomunikasi
Seorang psikoterapi dari Toronto, Beth Mares mengatakan, gunakan waktu luang untuk bersenang-senang. Jadikan hal itu sebagai prioritas Anda dan pasangan. Aturlah jadwal dengan baik, jika Anda memiliki kesibukan luar biasa. Bicarakan hal ringan, seperti hobi, travelling, atau lainnya.

3. Terapkan Prinsip Kelembutan Daripada Kekerasan
Perselingkuhan bisa terjadi apabila pasangan merasa tidak dihargai atau dikecewakan. Pujian atau bahasa tubuh yang menyenangkan lebih mampu berkomunikasi dengan pasangan Anda. Berhati-hati saat akan mengkritik atau membahas masalah yang sensitif bagi pasangan. Lakukan diskusi dengan kepala dingin.

4. Perbarui Hubungan Percintaan
Percintaan tidak hanya sebuah rutinitas, tapi jadikanlah sebagai sesuatu yang benar-benar Anda inginkan, bukan karena kewajiban. Lakukan hal unik dan tidak biasa untuk menciptakan suasana yang lebih dekat, membuka komunikasi, dan menginvestasikan waktu berkualitas bagi hubungan Anda.

5. Lakukan Slow Dance
Terkadang antara Anda dan pasangan terasa ada jarak. Yang Anda perlukan adalah suasana yang mendukung romantisme, seperti menyalakan lilin, memutar lagu romantis, dan berdansa. Kedekatan secara fisik dan mata yang saling menatap bisa menjadi resep jitu memacu keintiman, komunikasi, serta hasrat antara Anda berdua.

6. Beri Ruang yang Cukup
Terkadang, hubungan yang terlalu dekat justru berpotensi menimbulkan kebosanan. Berilah ruang di luar hubungan Anda untuk memberi suasana baru. Selain itu, sistem yang berbeda bisa mempermudah Anda menilai apakah pasangan berselingkuh atau tidak. "Saat seseorang terlalu mandiri, dia akan berharap pada lebih dari satu orang dan mudah bersinggungan," kata Mares.

Sewaktu saya masih kecil dulu, jarang sekali mengenal yang namanya dokter. Kalau saya sakit, sudah pasti orang tua akan menggunakan ramuan OBAT TRADISIONAL untuk mengobatinya. Seperti penyakit demam, orang tua pasti akan segera memetik daun jambu biji lalu daun jammbu biji itu diulek plus ditambah beberapa campuran yang saya sendiri tidak tau.

Daun jambu biji yang sudah diulek tersebut di oleskan di perut saya, kalau orang di daerah saya bilang disimbuhkan. Tentu saja kalau sudah penyakit demamnya tidak kunjung sembuh, orang tua segera mengajak ke dokter dan itu hanya terjadi dalam beberapa kasus saja.

Sampai sekarang saya sangat percaya dengan OBAT HERBAL, saya selalu berusaha menggunakan tanaman obat untuk mengobati beberapa penyakit ringan. Membawa ke dokter adalah pilihan ke dua jika memang tidak ada perubahan setelah menggunakan obat alami.

Category: | 0 Comments